Notice: Undefined index: w_layar in /home/revmenus/domains/revmen4us.com/public_html/m_layar.php on line 33
Artikel RevMen


ARTIKEL




Makna Revolusi Belajar, Orang Berilmu Ditinggikan Derajatnya Oleh Allah.

Tanggal : 02-05-2026

Memperingati Hari Pendidikan Nasional
Tuntutlah Ilmu Hingga Liang Lahat & Amalkan Ilmu Dengan Ikhlash

Menuntut ilmu dalam Islam adalah usaha sadar untuk mempelajari ilmu agama maupun dunia yang bermanfaat, hukumnya wajib bagi setiap Muslim (fardhu ‘ain dan fardhu kifayah) untuk meningkatkan ketakwaan, membimbing kehidupan, dan mencapai kebahagiaan dunia-akhirat.

Ini adalah bentuk ibadah mulia yang ditinggikan derajatnya oleh Allah dan jalan menuju surga.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai menuntut ilmu menurut Islam:

1. Hukum Menuntut Ilmu:

> Fardhu ‘Ain: Wajib bagi setiap individu, terutama ilmu dasar agama (tauhid, tata cara ibadah).

> Fardhu Kifayah: Wajib kolektif, jika sudah ada sebagian yang mempelajari, kewajiban gugur bagi yang lain (contoh: ilmu kedokteran, teknologi, ekonomi).

2. Tujuan Menuntut Ilmu:
> Mengenal Allah SWT (Makrifatullah) dan beribadah dengan benar.
> Membedakan yang hak (benar) dan yang bathil (salah).
> Mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan umat.
> Menjadi golongan hamba yang saleh dan berilmu.

Adab dan Metode Menuntut Ilmu:
> Niat ikhlas lillahi ta’ala.
> Bersungguh-sungguh dan sabar.
> Berdoa memohon ilmu yang bermanfaat.
> Menghormati guru (suhbatu ustazin).
> Menjauhi maksiat.

Keutamaan Menuntut Ilmu:
> Dimudahkan jalan menuju surga.
> Diangkat derajatnya oleh Allah.
> Didoakan oleh penduduk langit dan bumi (bahkan ikan di laut).
> Warisan para nabi.

Ilmu dalam Islam tidak memisahkan antara ilmu agama dan ilmu umum selama ilmu tersebut bermanfaat dan membawa kedekatan kepada Allah.

Contoh satu ayat Al quran yang menekankan tentang ilmu Surah An-Naml (27) ayat 40 berisi tentang kisah seseorang yang berilmu membawa singgasana Ratu Balqis kepada Nabi Sulaiman dalam sekejap mata.

Ayat ini menegaskan pentingnya bersyukur atas nikmat Allah karena manfaatnya kembali ke diri sendiri, serta menyatakan Allah Maha Kaya dan Mulia, tidak butuh syukur manusia.

Terjemahan (QS. An-Naml: 40):
"Dia (yang berilmu) berkata, `Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.` Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, `Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya).

Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya lagi Mahamulia`.

"Poin Penting Ayat:
1. Kekuatan Ilmu: Seseorang (disebutkan sebagai Ashif bin Barkhiya) yang memiliki ilmu khusus mampu memindahkan benda (singgasana) jarak jauh dalam waktu sangat singkat.

2. Karakter Nabi Sulaiman: Nabi Sulaiman tidak sombong, melainkan mengakui hal tersebut sebagai ujian dan karunia Allah.

3. Bersyukur vs Kufur: Syukur adalah untuk kebaikan diri sendiri, sementara kufur nikmat tidak akan mengurangi kemuliaan Allah.

Dapat disimpulkan bahwa ada keterkaitan tentang orang berilmu, dan Adab tidak sombong justru dianggep ujian dari karunia Allah, serta tentang rasa bersyukur..

Hanya orang berilmu yang mampu melakukan pekerjaan yang luar biasa. Dan ilmu adalah hasil daripada pendidikan atau belajar.

Hubungan ilmu dengan iman

Hubungan ilmu dan iman adalah integrasi yang tak terpisahkan: ilmu tanpa iman bisa menyesatkan, sedangkan iman tanpa ilmu bisa membutakan. Keduanya saling melengkapi (komplementer) untuk membentuk manusia yang berakhlak mulia, cerdas, dan mencapai kebahagiaan dunia-akhirat.

Ilmu memberi cahaya pengetahuan rasional, sementara iman memberi panduan nilai dan moral.

Berikut adalah rincian hubungan ilmu dengan iman:

1. Saling Menguatkan dan Melengkapi: Iman yang kuat mendorong manusia untuk mencari ilmu, dan ilmu yang dalam akan memperkuat keimanan melalui pemahaman atas ciptaan Tuhan.

2. Derajat di Sisi Allah: Allah Swt. menjanjikan peningkatan derajat (derajat yang tinggi) bagi orang yang beriman dan berilmu pengetahuan, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11.

3..Kompas Kehidupan: Ilmu pengetahuan bertindak sebagai kompas (alat/petunjuk jalan) untuk mengatur kehidupan secara cerdas dan efektif, sedangkan iman menetapkan tujuan dan memberi makna, agar ilmu tidak disalahgunakan.

4..Integrasi dalam Pendidikan: Konsep pendidikan ideal menggabungkan ilmu umum (sains/teknologi) dengan ilmu agama agar tercipta peradaban yang berkeadaban.

5. Keseimbangan (Keseimbangan): Seseorang harus menjaga keseimbangan antara iman dan ilmu untuk menghindari penyimpangan dan mendapatkan kebahagiaan yang sejati.

Ilmu tanpa iman cenderung membawa pada kesombongan atau penyalahgunaan teknologi, sementara iman tanpa ilmu cenderung menjadikan seseorang kaku atau fanatik secara buta.

Surah Al-Mujadilah ayat 11 menekankan adab dalam majelis, perintah melapangkan tempat duduk, serta janji Allah meninggikan derajat orang beriman dan berilmu. Ayat ini mengajarkan pentingnya etika sosial dan keutamaan menuntut ilmu pengetahuan. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berlapang-lapanglah dalam majelis," maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan."

Poin Penting Tafsir Al-Mujadilah: 11

1. Adab Majelis: Perintah untuk memberi ruang kepada orang lain yang baru datang dalam sebuah majelis (pertemuan).

2. Balasan Kelapangan: Allah akan memberikan kelapangan rezeki, hati, dan kubur bagi mereka yang melapangkan tempat untuk saudaranya.

3. Keutamaan Ilmu: Ayat ini menegaskan bahwa iman dan ilmu adalah dua hal yang membuat seseorang ditinggikan derajatnya oleh Allah.

4..Ketaatan: Perintah untuk berdiri atau bergeser saat diminta dalam majelis merupakan bentuk ketaatan terhadap etika.

Ayat ini merupakan dalil penting mengenai pentingnya menuntut ilmu serta adab dalam pertemuan.

Orang Berilmu dan Bertauhid masuk surga lewat pintu mana saja.

Orang yang berilmu dan bertauhid (mengesakan Allah) memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam, sehingga mereka dijanjikan untuk masuk surga melalui pintu-pintu kemuliaan.

Berikut rinciannya:

1. Pintu Mana Saja (Pintu Kanan/Umum): Orang yang tauhidnya murni (bebas dari syirik) dan berilmu, terutama mereka yang masuk dalam golongan 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab, akan dipanggil masuk melalui pintu yang paling utama atau pintu mana saja yang mereka kehendaki.

2. Pintu Al-Ayman: Berdasarkan beberapa riwayat, pintu khusus bagi orang-orang yang masuk tanpa hisab (termasuk di dalamnya orang berilmu yang mengamalkan ilmunya dan bertauhid) adalah pintu Al-Ayman (pintu kanan).

3. Pintu Sesuai Amal (Pintu Ar-Rayyan, Shalat, dll): Karena orang berilmu biasanya ahli ibadah, mereka juga akan dipanggil dari pintu yang sesuai dengan amalan dominan mereka, seperti Ar-Rayyan (puasa), Babus Shalah (shalat), atau Babus Shadaqah (sedekah).

Inti Keutamaan:Berdasarkan hadits, siapa saja yang bersaksi tiada Tuhan selain Allah (Tauhid) dan berilmu mengenai hakikat Laa ilaha illallah, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu surga yang delapan, mana saja yang ia suka.

Selaras dengan penjelasan di atas, maka Kami Tim dari P3SDMT RevMen Akademi turut hadir ke tengah masyarakat dalam rangka ingin berbagi ilmu yang telah Allah karuniakan kepada kami sepanjang perjalanan meniti kehidupan. Ilmu yang mungkin kami dapatkan bukan dari sekolah formal, namun dari Universitas kehidupan bahasa umumnya autodidak.

P3SDMT RevMen Akademi adalah salah satu ihktiar kami dalam mengamalkan ilmu yang menurut kami penggabungan ilmu dalam sebuah program IT (sistem) akan sangat bermanfaat untuk orang banyak.

Prinsip "sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat untuk orang banyak" adalah ajaran mulia, yang berasal dari hadits Rasulullah : Khairunnas anfauhum linnas ("Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya"). Manusia terbaik diukur dari kontribusi, kebaikan, dan dampak positif yang diberikan kepada orang lain.

Memberi Manfaat Tanpa Menunggu Kaya: Kebaikan tidak harus materi, bisa berupa tenaga, ilmu, atau dukungan moral.

Salah satu visi kami adalah hanya menjadi pribadi yang bermanfaat karena tujuan hidup yang mulia dan mendatangkan balasan kebaikan yang berlipat ganda.

Karena P3SDMT RevMen Akademi sesuai namanya Pendidikan Pelatihan dan Pemberdayaan, sehingga tidak sekedar training atau pelatihan pada umumnya. P3SDMT kecuali ada pendidikan akan dilanjutkan dengan pelatihan dan sekaligus pemberdayaan. Inilah yang menjadi uniq dan berbeda. Dan tentunya semuanya itu baru bisa dirasakan ketika sudah bergabung dan masuk kedalam sistem program kami RevMen Akademi.

#GerbangRevMen #RevMenAkademi #Transformasi #JalanKesadaran5D #SpiritualReligius #AlQuranSumberKebenaran.

Dibaca : 30 kali


Kembali ke Artikel