ARTIKEL
Kisah Inspiratif Abdurrahman bin Auf Dermawan Yang Selalu Gagal Jadi Miskin
Tanggal : 18-04-2026-
Abdurrahman bin Auf adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang kaya raya, dermawan, gemar bersedekah dan termasuk Assabiqunal Awwalun (orang pertama masuk Islam). Ia hijrah ke Madinah tanpa harta, namun sukses berbisnis dari nol dengan jujur. Abdurrahman dikenal sebagai pejuang yang sering menyumbangkan hartanya dan dijamin masuk surga.
Ibunya bernama Shafiyah, sedangkan ayahnya bernama `Auf bin `Abdu `Auf bin `Abdul Harits bin Zahrah. Jika kebanyakan orang senang mempunyai harta melimpah, namun berbeda dengan Abdurrahman bin Auf. Dengan harta yang dimilikinya, Abdurrahman bin Auf justru menangis karena khawatir dirinya akan memasuki surga paling terakhir.
Suatu ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata, Abdurrahman bin Auf akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya, sehingga dihisabnya paling lama. Mendengar hal tersebut, Abdurrahman bin Auf pun berpikir keras, bagaimana caranya agar ia kembali menjadi miskin supaya dapat memasuki surga lebih awal.
Suatu hari setelah perang tabuk, kurma yang ditinggalkan para sahabat di Madinah menjadi busuk sehingga harga jualnya jatuh. Mendengar hal tersebut, Abdurrahman bin Auf langsung menjual semua harta yang ia punya untuk membeli semua kurma busuk milik para sahabat dengan harga standar kurma yang belum busuk.
Semua sahabat bersyukur karena kurma yang mereka khawatirkan tidak akan laku, tiba-tiba diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Para sahabat gembira karena kurma mereka bisa dijual, begitupun Abdurrahman bin Auf yang teramat senang dan ia berharap akan jatuh miskin.
Namun, tiba-tiba ada seseorang yang datang dan mengaku berasal dari utusan Yaman. Dia memberitakan bahwa di negerinya sedang terkena wabah penyakit menular, sehingga raja Yaman mengutus dirinya untuk mencari kurma busuk. Menurutnya, kurma busuk adalah salah satu obat yang bisa menyembuhkan dari penyakit menular itu.
Akhirnya utusan raja Yaman tersebut memborong semua kurma milik Abdurrahman bin Auf dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa. Masya Allah, Allahuakbar! Disaat Abdurrahman bin Auf merelakan semua hartanya agar ia jatuh miskin, disaat itu pula Allah memberikan keberlimpahan harta berkali-kali lipat untuknya.
Berikut adalah poin-poin penting kisah Abdurrahman bin Auf:
1. Hijrah dan Kemandirian: Saat hijrah ke Madinah, ia meninggalkan seluruh hartanya di Makkah. Ketika dipersaudarakan dengan Sa`ad bin Rabi` yang kaya raya, ia menolak separuh harta dan hanya meminta ditunjukkan pasar.
2. "Tangan Emas" di Pasar: Ia memulai bisnis dagang susu kering dan minyak samin dengan jujur, ulet, dan tunai, sehingga dalam waktu singkat menjadi saudagar terkaya di Madinah.
Kedermawanan Ekstrem: Ia pernah bersedekah dengan 400 hingga 700 unta beserta muatannya, memerdekakan budak, dan menyumbang untuk perang.
3. Takut Hisab Harta: Meskipun sangat kaya, ia takut kekayaannya memperlambat masuk surga. Ia sempat menangis saat melihat makanan enak, teringat sahabat yang wafat dalam keadaan miskin, dan berupaya menyedekahkan seluruh hartanya.
4. Wafat: Abdurrahman bin Auf wafat pada usia 72 tahun, meninggalkan warisan yang sangat banyak untuk perjuangan Islam dan ahli warisnya.
Kisah hidupnya mengajarkan bahwa kekayaan yang diperoleh dengan cara halal dan digunakan untuk kebaikan akan membawa keberkahan di dunia dan akhirat.
#GerbangRevMen #RevMenAkademi #Transformasi #JalanKesadaran #SpiritualReligius
Dibaca : 103 kali
Kembali ke Artikel