ARTIKEL
Berperang Di Jalan Allah Adalah Sebuah Kewajiban
Tanggal : 13-04-2026QS. Al-Baqarah ayat 216 menegaskan bahwa berperang di jalan Allah diwajibkan, meski terasa berat dan tidak disukai. Allah menegaskan bahwa manusia terbatas pengetahuannya, sehingga sesuatu yang dibenci bisa jadi baik, dan sebaliknya.
Ayat ini mengajarkan untuk bertawakal pada ketetapan Allah yang memiliki hikmah mendalam.
Teks dan Terjemahan QS. Al-Baqarah: 216
kutiba ‘alaikumul-qitâlu wa huwa kur-hul lakum, wa ‘asâ an takrahû syai`aw wa huwa khairul lakum, wa ‘asâ an tu?ibbû syai`aw wa huwa syarrul lakum, wallâhu ya‘lamu wa antum lâ ta‘lamûn
Artinya: "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)
Poin-Poin Penting Tafsir Ayat 216:
1. Kewajiban Berperang (Jihad): Ayat ini turun pada tahun kedua Hijriah, mewajibkan kaum muslimin berperang membela agama. Peperangan ini terasa berat karena mengorbankan jiwa dan harta, namun wajib untuk mempertahankan diri dan menegakkan agama.
2. Hikmah di Balik Ketidaksukaan: Manusia cenderung menilai sesuatu berdasarkan kesenangan sesaat. Allah menegaskan bahwa perang—meski dibenci—membawa kebaikan seperti kemenangan, harta rampasan, dan kejayaan Islam.
3. Keterbatasan Pengetahuan Manusia: Manusia tidak tahu akibat akhir dari suatu perkara. Apa yang disukai (seperti menghindari perang/bahaya) bisa jadi buruk akibatnya, dan apa yang dibenci bisa jadi baik.
4. Pesan Moral & Tawakal: Ayat ini menjadi landasan untuk bersabar dalam menghadapi ujian atau ketetapan Allah yang terasa berat. Ini mengajarkan untuk menerima takdir dengan yakin bahwa Allah menghendaki yang terbaik.
Konteks Ayat:
Ayat ini sering dikutip untuk menenangkan hati saat menghadapi situasi yang tidak diinginkan, menekankan bahwa Allah lebih mengetahui rahasia di balik setiap kejadian.
Selain diuji dengan kemiskinan dan kemelaratan, orang-orang beriman juga akan diuji dengan diminta mengorbankan jiwa mereka melalui kewajiban perang. Diwajibkan atas kamu berperang melawan orang-orang kafir yang memerangi kamu, padahal berperang itu tidak menyenangkan bagimu, sebab ia mengor-bankan harta benda dan jiwa.
Bagaimana Caranya Berperang Melawan Kedzoliman?
Kalau menolong orang yang dizalimi adalah suatu yang wajar. Bagaimana dengan menolong orang yang menzalimi? Apa maksudnya?
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.”
Kemudian ada seseorang bertanya tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim?
Beliau menjawab, “Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.” (HR. Bukhari, no. 6952; Muslim, no. 2584)
Berarti kita hanya menolong orang yang dizalimi atau disakiti, seperti dipukul dan dirampok. Namun orang yang menzalimi juga ditolong yaitu mencegah ia dari berbuat jahat berarti sudah menolongnya dari berbuat dosa.
Bisa jadi kita mengatakan pada yang ingin berbuat zalim, “Stop, berhenti.”
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz, mufti Kerajaan Saudi Arabia di masa silam berkata,
“Jika ada saudaramu yang menzalimi lainnya, maka katakanlah pada orang yang ingin berbuat zalim, “Jangan perbuat seperti itu, berhentilah!”
Jika ada yang ingin menzalimi dengan mengambil harta orang lain, maka tahanlah atau cegahlah dia. Itu termasuk menolongnya jika memang engkau punya kemampuan untuk mencegahnya.
Bentuk menolong orang yang berbuat zalim adalah mencegahnya dari kejahatan dirinya dan dari kejahatan setannya. Itu termasuk pula mencegah setannya berbuat jahat dan mencegahnya dari hawa nafsu yang batil.”
Menolong orang yang zalim menurut hadits Nabi SAW adalah dengan mencegah atau menghentikan perbuatan zalimnya, bukan mendukungnya. Rasulullah SAW bersabda, "Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi." Saat ditanya caranya, beliau menjawab: "Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya" (HR. Bukhari & Muslim).Berikut adalah langkah-langkah menolong orang zalim sesuai ajaran Nabi:Mencegah Secara Langsung (Tangan/Fisik): Jika mampu, hentikan tindakan kezalimannya secara fisik atau halangi dia merampas hak orang lain.Memberi Nasihat (Lisan): Tegur dengan cara yang baik agar ia berhenti berbuat zalim, menyadarkannya bahwa ia sedang menzalimi diri sendiri dan orang lain.Mencegahnya dari Hawa Nafsu: Membantu orang zalim berarti menyelamatkannya dari kejahatan setan dan hawa nafsunya sendiri yang batil.Mendoakan Kebaikan: Mendoakan agar ia mendapatkan hidayah dari Allah SWT sehingga berhenti dari perbuatan zalim.Menolong orang zalim dengan cara menghentikan kejahatannya adalah wujud kasih sayang yang sesungguhnya, agar ia terhindar dari dosa besar dan murka Allah SWT.
#GerbangRevolusiMental #TRansformasi #JalanKesadaran5D #SpiritualReligius #AlQuranSumberKebenaran
Dibaca : 38 kali
Kembali ke Artikel