ARTIKEL
Meyakini Keagungan Allah SWT Dalam Proses Terjadinya Batukarang
Tanggal : 28-09-2026Karst Gunungkidul Bebatuan Dasar Laut Purba Jutaan tahun
Memaknai Syuhud menurut tasafuw, Kemana mata memandang mata hati kita bicara, apapun dan segalanya terjadi dan terbentuk atas kehendak, rencana dan kuasa Allah SWT semata.
Setelah sebelumnya tadabur alam ke lereng Gunung berapi tertinggi ketiga di Pulau Jawa, hari ini kami tadabur alam ke bukit karts Gunungkidul Yogyakarta. Salah satu Keagungan Ciptaan Allah.
Kawasan karst di Gunungkidul memang berasal dari endapan batuan gamping di dasar laut purba yang terangkat ke permukaan bumi jutaan tahun lalu.
Proses Terbentuknya Karst Gunungkidul
1. Dasar Laut Purba: Jutaan tahun lalu (sekitar 2,5 hingga 15 juta tahun lalu), wilayah selatan Gunungkidul sepenuhnya berada di bawah permukaan air laut.
2. Penumpukan Cangkang & Karang:
Kerangka organisme laut, terumbu karang, dan cangkang binatang laut menumpuk di dasar laut dan mengeras menjadi batuan kapur (gamping) yang tebal.
3. Tumbukan Lempeng: Pergerakan dan tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia perlahan-lahan mengangkat dasar laut tersebut hingga menjadi daratan kering seperti sekarang.
4. Pelarutan Air (Karstifikasi): Air hujan yang bersifat sedikit asam melarutkan batuan kapur tersebut selama ribuan tahun. Proses ini membentuk lanskap unik berupa ratusan gua bawah permukaan, sungai bawah tanah, dan bukit-bukit kerucut (karst).
Lanskap karst di Gunungkidul merupakan bagian dari Kawasan Karst Gunungsewu yang telah diakui secara internasional sebagai Global Geopark oleh UNESCO.
Bentang alam ini memiliki klasifikasi holokarst-tropik, yaitu kawasan karst tropis yang terbentuk secara sempurna.Secara umum, keunikan lanskap ini dibagi menjadi dua fenomena utama: eksokarst (permukaan bumi) dan endokarst (bawah permukaan bumi).
Berikut adalah ciri-ciri uniknya:
Fenomena Eksokarst (Permukaan Bumi)
Puluhan Ribu Bukit Kerucut (Conical Hills):
Ciri paling ikonik dari Gunungkidul adalah pemandangan bukit-bukit kapur berbentuk kerucut atau kubah. Jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 40.000 bukit yang membentang dari Gunungkidul hingga Pacitan, sehingga wilayah ini dijuluki "Pegunungan Seribu".
Lembah Purba dan Dolina:
Di antara bukit-bukit tersebut, terdapat banyak cekungan tertutup berbentuk mangkok yang disebut dolina atau uvala. Selain itu, terdapat Lembah Bengawan Solo Purba—bekas aliran sungai purba jutaan tahun lalu yang kini mengering dan menjadi daratan subur tempat masyarakat tinggal, salah satunya di Dusun Wotawati.
Pantai Berpasir Putih dengan Tebing Karst: Berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, karst Gunungkidul membentuk jajaran pantai berpasir putih yang diapit oleh tebing-tebing kapur terjal (cliff) yang sangat eksotis
Memahami Proses Terjadinya Batukarang Di Daratan
Batu karang di daratan terbentuk melalui proses pengangkatan dasar laut purba akibat aktivitas tektonik lempeng yang terjadi selama jutaan tahun
Tahapan Proses Terjadinya.
Pertumbuhan di Laut:
Hewan kecil bernama polip hidup di perairan laut dangkal yang hangat dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menjelaskan bahwa polip ini mengeluarkan kerangka kalsium karbonat (CaCO?) yang menumpuk menjadi terumbu karang.
Tumbukan Lempeng:
Pergerakan lempeng bumi (seperti tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia) mendesak dasar laut secara perlahan ke atas permukaan air.
Pengangkatan Daratan:
Endapan karangka batu kapur tersebut terangkat dan berubah menjadi daratan kering dalam kurun waktu jutaan tahun.
Pelapukan (Erosi): Air hujan dan angin mengikis batuan kapur tersebut membentuk kawasan karst yang unik, lengkap dengan gua serta sungai bawah tanah. (Contoh nyata dari proses ini dapat dilihat di kawasan pegunungan karst Gunungkidul, Yogyakarta).
Di Indonesia, terdapat beberapa wilayah daratan terkenal yang bentang alamnya terbentuk dari terumbu karang dan dasar laut purba yang terangkat akibat aktivitas tektonik jutaan tahun lalu.
Berikut adalah contoh wilayah daratan tersebut beserta bukti geologisnya:
1. Kawasan Gunungkidul (Pegunungan Sewu), Yogyakarta
Asal-usul: Wilayah ini dulunya merupakan lautan dangkal yang kaya akan terumbu karang. Sekitar 2,5 hingga 15 juta tahun yang lalu, tumbukan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia mengangkat area ini menjadi daratan.
Karakteristik Saat Ini: Menjadi kawasan karst berbentuk bukit-bukit kerucut batu kapur (gamping). Di sini banyak ditemukan gua, stalaktit, stalagmit, serta fosil kerang dan biota laut purba yang terjebak di dalam batuan bukit.
2. Formasi Citatah dan Padalarang, Bandung Barat
Asal-usul: Tebing-tebing batu kapur raksasa di kawasan Padalarang terbentuk dari endapan terumbu karang laut purba yang terangkat ke permukaan sekitar 20 juta tahun yang lalu.
Karakteristik Saat Ini: Bukit kapur yang menjulang tinggi (seperti Tebing Citatah dan Stone Garden). Jika Anda berjalan di atas Stone Garden Padalarang, batuan di sana memiliki struktur terumbu karang dan fosil hewan laut berpori (foraminifera) yang mengeras.
3. Daratan Pulau Nusa Tenggara Timur (NTT)
Asal-usul: NTT dikelilingi oleh batas lempeng aktif. Pengangkatan karbonat dan terumbu karang purba secara masif mendominasi pembentukan pulau-pulau di wilayah ini.
Karakteristik Saat Ini: Banyak area di NTT (seperti Sumba dan Timor) didominasi oleh bentang alam karst batuan kapur sisa organisme laut. Bukit Wairinding di Sumba merupakan salah satu contoh perbukitan hasil pengangkatan tersebut.
4. Geopark Karangsambung-Karangbolong, Kebumen
Asal-usul: Ini adalah salah satu situs geologi paling langka di dunia karena merupakan lantai samudra purba yang mencuat ke daratan akibat tumbukan hebat lempeng bumi sekitar 60–117 juta tahun lalu.
Karakteristik Saat Ini: Berbeda dengan karang laut dangkal, di Karangsambung Anda bisa menemukan Batuan Rijang dan Gamping Merah yang merupakan batuan dasar laut sangat dalam (kedalaman sekitar 5.000 meter) yang berhasil terangkat ke daratan.
5. Puncak Pegunungan Jayawijaya, Papua
Asal-usul: Meskipun berada di ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut dan menjadi gunung tertinggi di Indonesia, Pegunungan Jayawijaya dulunya adalah dasar Samudra Pasifik. Tumbukan lempeng yang sangat kuat melipat dan mendorongnya ke atas langit.
Karakteristik Saat Ini: Di sekitar Puncak Jaya, para peneliti masih kerap menemukan fosil kerang, koral, dan hewan laut purba yang membeku di batuan kapur pegunungan.
#WisataReligi #TadaburAlam #OnTheRock
#SpiritualReligius #JalanKesadaran5D
Dibaca : 38 kali
Kembali ke Artikel