ARTIKEL
Perbaiki Diri Sebelum Memperbaiki Orang Lain
Tanggal : 12-09-2026Adakah perintah memperbaiki orang lain di alquran?
Ya, Al-Qur`an memerintahkan umat Islam untuk memperbaiki atau menasihati orang lain. Konsep ini dikenal sangat sentral dalam Islam melalui prinsip amr ma`ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) serta saling menasihati dalam kebenaran.
Berikut adalah beberapa ayat Al-Qur`an yang mendasari perintah untuk memperbaiki orang lain, yang dikelompokkan berdasarkan maknanya:
1. Kewajiban Saling Menasihati
Surah Al-`Asr (103): 3"Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
Ayat ini menegaskan bahwa manusia akan berada dalam kerugian kecuali mereka yang saling memperbaiki satu sama lain melalui nasihat kebaikan.
2. Perintah Mengajak Kebaikan dan Mencegah Keburukan (Amr Ma`ruf Nahi Munkar)
Surah Ali `Imran (3): 104
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Surah Ali `Imran (3): 110
"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah..."
3. Memperbaiki Hubungan Antar saudara yang Berselisih
Surah Al-Hujurat (49): 10"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damai kanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu yang berselisih dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat"
Cara Memperbaiki Orang Lain Menurut Al-Qur`an
Al-Qur`an tidak hanya memberi perintah, tetapi juga mengatur etika dan cara memperbaiki orang lain agar tidak menyinggung perasaan, yaitu:
Disampaikan dengan hikmah dan santun: Surah An-Nahl (16): 125
memerintahkan untuk menyeru ke jalan Allah dengan hikmah (bijaksana), mau`izah hasanah (pengajaran yang baik), dan membantah mereka dengan cara yang baik.
Memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu:
Surah Al-Baqarah (2): 44 mengingatkan agar kita tidak sibuk menyuruh orang lain berbuat baik sementara kita melupakan diri sendiri.
Tugas Manusia Hanya Mengingatkan. Hidayah Kekuasaan Allah
Tugas manusia hanyalah menyampaikan dan saling mengingatkan, karena hidayah atau petunjuk sepenuhnya merupakan hak prerogatif Tuhan.
Kalimat ini mencerminkan keterbatasan manusia sekaligus menempatkan peran iman pada porsi yang tepat.Dalam menjalani kehidupan sosial dan beragama, prinsip ini memiliki beberapa esensi penting:
1. Batas Tanggung Jawab:
Manusia tidak dibebani tanggung jawab atas pilihan hidup orang lain. Kewajiban kita selesai ketika kebaikan telah disampaikan dengan cara yang baik.
2. Menjaga Ego dan Keikhlasan:
Menyadari bahwa hidayah di tangan Tuhan menjaga kita dari sifat sombong, merasa lebih suci, atau memaksakan kehendak kepada sesama.
3. Fokus pada Proses, Bukan Hasil:
Tugas kita adalah merangkai kata dan sikap yang bijak (proses), sementara hasil akhir (perubahan hati seseorang) adalah wilayah ketetapan Tuhan.
Dalil dan Sumber Al Quran
Al-Qur`an secara tegas menyatakan bahwa tugas para rasul dan umat manusia hanyalah menyampaikan kebenaran serta saling mengingatkan, sedangkan kuasa untuk memberi hidayah (petunjuk hati) sepenuhnya milik Allah SWT.
Berikut adalah ayat-ayat Al-Qur`an yang dikelompokkan berdasarkan kedua prinsip tersebut:
1. Ayat tentang Tugas Manusia Hanya MengingatkanDalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan bahkan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa beliau tidak bisa memaksakan keimanan kepada orang lain.
Surah Al-Ghasyiyah (88) Ayat 21–22
“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka."
Surah Asy-Syura (42) Ayat 48
“...Kewajibanmu (Muhammad) tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah)...”
Surah Qaf (50) Ayat 45
“...Dan engkau (Muhammad) bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan Al-Qur`an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku.”
2. Ayat tentang Hidayah adalah Mutlak Kekuasaan Allah
Ayat-ayat berikut menegaskan bahwa manusia—sehebat atau secinta apa pun mereka kepada seseorang—tidak akan bisa membuka hati orang tersebut tanpa izin Allah.
Surah Al-Qasas (28) Ayat 56
(Ayat ini turun terkait usaha Nabi SAW yang ingin mengislamkan pamannya, Abu Thalib)
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”
Surah Al-Baqarah (2) Ayat 272
“Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki...”
Surah Yunus (10) Ayat 99
“Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Apakah kamu (Muhammad) hendak memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?”
Kesimpulan Hubungan Keduanya
Di dalam Islam, hidayah dibagi menjadi dua jenis untuk menjelaskan pembagian peran ini:
1. Hidayah Al-Irsyad wal Bayan (Petunjuk Penjelasan): Inilah tugas manusia. Yakni menunjukkan jalan yang benar melalui dakwah, nasihat, dan teladan yang baik.
2. Hidayah At-Taufiq (Petunjuk Hati): Inilah yang mutlak milik Allah. Yakni menggerakkan hati seseorang untuk menerima dan mengamalkan kebenaran tersebut.
P3SDMT REVMEN ACADEMY membangun mental dan karakter orang lain melalui program pelatihan pengembangan sumber daya manusia (SDM) terpadu yang berfokus pada pendidikan non-formal dan revolusi mental.
Lembaga ini berfungsi sebagai wadah pembelajaran untuk membentuk pribadi yang tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan.
Cara Revmen Academy Membangun Mental
1. Pelatihan Karakter Terpadu: Memberikan materi pendidikan karakter dan pelatihan terapan untuk mengubah pola pikir (mindset) menjadi lebih positif.
2. Kolaborasi Ahli: Melibatkan para akademisi, praktisi, aktivis, dan jurnalis berpengalaman untuk merancang metode pembelajaran yang tepat sasaran
3. Pengembangan Potensi Diri: Membantu peserta mengenali potensi diri, mengelola emosi, serta membangun mental baja dalam menghadapi tekanan hidup atau pekerjaan.
P3SDMT RevMen Akademi hanya mengajak dan menyampaikan pola dan strategi hasil menyerahkan kepada Allah semata
Prinsip yang Anda sebutkan sangat tepat dan mencerminkan esensi dari berusaha secara maksimal yang diiringi dengan tawakal.
Revmen Akademi berfokus pada pemberian pola, strategi, dan ikhtiar terbaik, sementara hasil akhir sepenuhnya diserahkan kepada Allah SWT.
Dalam konsep ini, ada dua bagian penting yang saling melengkapi:
1. Bagian Manusia (Ikhtiar): Mempelajari pola yang sudah terbukti, merumuskan strategi yang matang, dan mengeksekusinya dengan disiplin. Ini adalah wilayah yang bisa kita kontrol.
2. Bagian Allah (Tawakal): Menentukan hasil akhir yang paling baik bagi hamba-Nya. Ketika manusia sudah menuntaskan tugasnya untuk berusaha, hati menjadi tenang karena hasil bukan lagi menjadi bebannya.
Pendekatan ini menjaga seseorang agar tidak sombong saat berhasil (karena tahu itu atas izin Allah) dan tidak putus asa saat belum mencapai target (karena tahu ada hikmah di balik ketetapan-Nya).
#GerbangRevMen #RevMenAkademi #JalanKesadaran #SpiritualReligius #RevolusiMental
Dibaca : 74 kali
Kembali ke Artikel