Notice: Undefined index: w_layar in /home/revmenus/domains/revmen4us.com/public_html/m_layar.php on line 33
Artikel RevMen


ARTIKEL




Makna Mi`raj Dalam Islam

Tanggal : 19-07-2026

Makna Mi`raj Dalam Islam

Mi`raj adalah perjalanan spiritual dan fisik Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa di Yerusalem menembus langit ketujuh menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT. Peristiwa ini merupakan mukjizat agung yang melahirkan perintah ibadah salat lima waktu.

MENGAPA KITA HARUS SHALAT 5 WAKTU?

Perintah Al Quran Sudah Sangat Jelas & Tegas

"Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya."
(QS. An-Nisa ayat : 103)

Garisbawahi yang telah ditentukan waktunya

Pertanyaan Kedua Akan Muncul, Waktunya Kapan?

JAWABAN ADA DI PERISTIWA ISRA MIRAJ

Isra` Mi`raj adalah perjalanan spiritual dan fisik Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, dilanjutkan naik ke Sidratul Muntaha dalam satu malam. Makna utamanya mencakup penerimaan perintah salat lima waktu, ujian keimanan, dan penghibur hati Rasulullah di masa-masa penuh ujian.

Berikut adalah rincian makna dan hikmah mendalam dari peristiwa Isra` Mi`raj:

1. Penerimaan Perintah Salat: Ibadah salat diwajibkan langsung oleh Allah SWT tanpa perantara malaikat.

Ini bermakna bahwa salat adalah sarana "mi`raj" atau sarana bagi umat Islam untuk berkomunikasi dan menghadap Sang Pencipta lima kali sehari.

2. Ujian dan Penguatan Iman: Peristiwa ini menguji keyakinan umat Islam terhadap hal yang gaib dan kuasa Allah SWT di luar nalar manusia.

Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi sahabat yang paling awal mempercayai peristiwa ini, sehingga ia digelar Ash-Shiddiq.

3. Penghibur dan Penguat Mental:
Peristiwa ini terjadi setelah Rasulullah SAW mengalami Amul Huzni (tahun kesedihan) akibat wafatnya istri tercinta Siti Khadijah dan sang paman Abu Thalib.

4. Perjalanan ini menjadi bukti cinta dan penghiburan dari Allah SWT kepada Nabi-Nya.

5. Bukti Kekuasaan Allah SWT:
Perjalanan dari Makkah ke Palestina hingga menembus langit ketujuh menunjukkan betapa tak terbatasnya kekuasaan Allah SWT, yang diabadikan dalam Surat Al-Isra ayat 1.

Latin (Transliterasi):
Sub-??nalla?? asr? bi`abdih? lailam minal-masjidil-?ar?mi ilal-masjidil-aq?alla?? b?rakn? ?aulah? linuriyah? min ?y?tin?, innah? huwas-sam?`ul-ba??r.

Terjemahan:
"Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."

6. Peristiwa ini juga menegaskan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang diangkat menjadi imam bagi para nabi terdahulu saat berada di Masjidil Aqsha.

Jadi sangat jelas disini bahwa perintah shalat 5 waktu itu langsung diambil dari Al Quran dan Perjalanan Nabi Muhammad langsung bahkan tanpa melalui malaikat Jibril. Artinya shalat itu hal yang sangat penting dalam hal ibadah kepada Allah.

Jika masih mempermasalahkan berapa kali kewajiban kita menjalankan shalat. Mereka tidak meyakini Perjalanan isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Dan tidak memahami makna atau hasil dari Isra Mi`raj.

Perlu diingat disini adalah isra Mi`raj adalah ujian kekuatan iman. Ketika kita beriman dan percaya dengan perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Salah satunya kita wajib menjalankan perintah shalat 5 waktu (tidak ada lagi tawar menawar).

Dalam sejarah isra mi`raj bahkan diceritakan oleh Nabi Musa AS, agar meminta keringanan lagi, namun Nabi Muhammad tidak bersedia dan menerima perintah shalat sebanyak 5 kali dalam sehari.

Jika kita ingin Mi`raj (perjalanan Spiritual) Minimal kita jalankan shalat 5 waktu sesuai yang Allah Perintahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Bisa di artikan bahwa pada saat shalat itulah bagian dari Hablul Minallah. (Hubungan manusia dengan Allah).

Bagaimana Caranya Kita Memuliakan Nabi Muhammad SAW

Memuliakan Nabi Muhammad SAW dapat diwujudkan dengan meneladani akhlak beliau, menaati ajarannya, dan memperbanyak shalawat. Hal ini adalah bukti cinta sejati yang diperintahkan dalam agama, lebih dari sekadar mencintai diri sendiri maupun keluarga.

Berikut adalah beberapa cara utama untuk memuliakan Rasulullah SAW:

1. Menaati Perintah dan Menjauhi Larangan: Bukti cinta terbesar adalah dengan menjalankan sunnah dan menjadikan beliau sebagai teladan utama dalam ibadah serta akhlak sehari-hari. Termasuk shalat 5 waktu sebagaimana yang beliau terima perintahnya dalam perjalanan Isra Mi`raj (tidak ada lagi negosiasi).

2. Memperbanyak Shalawat: Membaca shalawat merupakan bentuk doa dan penghormatan langsung yang bernilai ibadah besar serta mendatangkan syafaat.

3. Mempelajari Sirah Nabawi: Memahami sejarah, perjuangan, dan kehidupan pribadi beliau akan menumbuhkan rasa kagum dan cinta yang mendalam.

4. Mencintai Keluarga dan Sahabat Beliau: Memuliakan Nabi juga mencakup menghormati dan mencintai Ahlul Bait (keturunan Nabi) serta para sahabat yang telah berjasa menyebarkan Islam

#GerbangRevMen #RevMenAkademi #JalanKesadaran5D #SpiritualReligius #RevolusiMental

Dibaca : 86 kali


Kembali ke Artikel