Notice: Undefined index: w_layar in /home/revmenus/domains/revmen4us.com/public_html/m_layar.php on line 33
Artikel RevMen


ARTIKEL




Makna Membenci Sesama Artinya Membenci Yang Maha Kuasa

Tanggal : 04-07-2026

-

Masih Ada Sisa Waktu di Bulan Muharram tahun ini. Mari kita ciptakan karma kebaikan sebanyak banyaknya. Dan jauhi karma keburukan. Karena semua perbuatan kita di bulan Muharram akan dilipatgandakan pahala atau karmanya.

Saatnya melepaskan,
Melepaskan semua penderitaan di masa lalu dengan cara bahwa perjalanan masa lalu adalah cukup jadikan pelajaran dan yakini bahwa semua kejadian sudah dalam kendali dan kuasa Allah yang tentunya adalah jalan terbaik menurut sang skenario alam semesta. Karena Allah lebih mengetahui yang terbaik menurutnya yang bahkan kita adalah ujian dan cobaan yang berat. Namun dibalik ujian adalah bentuk perlindungan dari Nya.

Saatnya Mengiklashkan
Mengiklashkan ketika kita iklash atas semua perjalanan yang kita lalui, bentuk dari nilai kepasrahan atas kehendak dan jalan takdir terbaik yang Allah ciptakan kepada diri kita. Saatnya kita menyadari bahwa di dunia kita hanya sebagai wayang yang harus menjalani lakon sesuai skenario cerita sang Dalang semesta.


Pada tingkatan ini dalam spiritual islam kita memasuki dan menjalankan makna dari Lahaulawalaquataillahibilah.
"Tidak ada daya upaya kecuali atas kekuasaan Allah semata` dan momen dimana semua penyakit hati dibersihkan.


Dalam spiritualitas jawa maknanya adalah laku suwung. Pengosongan dari semua ego diri / segala nafsu duniawi.


Ketika kita iklash menerima, batin kita menjadi tenang dan lega serta damai. maka hukum alam semesta akan langsung bekerja. Jika kita selama ini berbuat baik, kebaikan2 itu akan kembali kepada kita. Sebaliknya mereka yang selama ini telah berbuat kejahatan dan perilaku negatif akan langsung mendapatkan balasan setimpal. Bukan karena kita yang membalas tetapi hukum alam yang bekerja secara presisi.


Saatnya Mendoakan
Jangan dikira bahwa doa bebas dari karma. Karena bagian dari karma jika kita mendoakan keburukan kepada orang lain doa itu juga akan kembali kepada kita. Maka jika kita pernah sakit dan menderita atas perilaku orang lain kepada kita sebaiknya kita doakan kepada mereka yang pernah menyakiti kita dengan doa kebaikan, misal agar mereka sadar dan diberikan hidayah agar kembali ke jalan yang benar dan diberikan kelimpahan rejeki yang berkah.

Maknanya adalah hidup itu bukan soal penerimaan namun bagaimana kita memberikan kepada orang lain, termasuk dalam hal doa.

Intinya semua tingkah laku perbuatan kita akan mendapatkan balasan baik di dunia maupun di akherat. Dalam spiritual islam kebaikan dan keburukan sebesar biji zarah akan dibalas.

fa may ya‘mal mitsqâla dzarratin khairay yarah

Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. (Qs. surat az-zalzalah ayat 7)

dan begitu juga di ayat berikutnya tentang balasan setimpal atas kejahatan.


Saatnya Fokus Pada Perbaikan Diri.
Saatnya kita bersama menjalankan Revolusi Mental bersama-sama untuk memperbaiki diri fokus instropekai diri dimulai dari diri sendiri. Temukan jati diri dan jalankan misi jiwa yang harus kita tuntaskan sesuai dengan tujuan Allah lahirkan kita ke bumi.

Ketika kesadaran kolektif bangkit secara tidak langsung kita semua sedang melepaskan karma diri kita, keluarga kita atau karma dari pada leluhur kita.

Maka secara tidak langsung kesadaran meningkat dan pola pikir berubah dan jiwa empati meningkat, rasa cinta kasih tanpa syarat akan muncul, sikap toleransi juga meningkat.

Disitu lah makna kemunculan Nabi Isa AS, Nabi yang mengajarkan tentang kasih sayang sesama. Ajaran Kasih Sayang itulah yang akan turun ke hati sanubari setiap insan

Munculnya Imam Mahdi membawa Ajaran Nabi Muhammad SAW. Tentang Ajaran yang menjadi Rahmat bagi semesta alam.

Tidak mengenal kebencian, karena kita semakin memahami bahwa yang mampu menggerakkan alam semesta dan manusia hanya Allah semata. yang mampu membolak balikan hati manusia ya hanya Allah semata. Manusia hanya wayang. Masa wayang harus kita benci kan mereka tidak punya daya upaya?. Artinya ketika kita benci wayang, kita benci terhadap yang membuat skenario yang membolak balikan hati, yang memiliki kuasa mengerakkan manusia, lebih dalam lagi sejatinya kita membenci Allah SWT.


Pertanyaanya adalah BERANI MEMBENCI ALLAH SWT?

Ketika kebangkitan spiritual bangkit secara kolektif, maka kesadaran meningkat dan energi positif akan meningkat dan Nusantara akan damai sejahtera dan penuh TOLERANSI sesuai dengan semboyan PANCASILA Bhineka Tunggal Ika dan INDONESIA menjadi MERCUSUAR DUNIA.

Nusantara menjadi negeri yang Gemah Ripah,Toto, Titi, Tentrem lan Karto Rahardjo.



#GerbangRevMen #RevMenAkademi #SpiritualReligius #JalanKesadaran5D #RevolusiMental #NusantaraMercusuarDunia

Dibaca : 19 kali


Kembali ke Artikel