Notice: Undefined index: w_layar in /home/revmenus/domains/revmen4us.com/public_html/m_layar.php on line 33
Artikel RevMen


ARTIKEL




Inspirasi Bhineka Tunggal Ika Tercetus Sejak Jaman Majapahit

Tanggal : 01-06-2026

Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila
Korelasi Negarakertagama dan Bhinneka Tunggal Ika
-


Negarakertagama dan Bhinneka Tunggal Ika adalah dua warisan kesusastraan dari zaman Kerajaan Majapahit yang menjadi pilar identitas nasional Indonesia.

Keduanya melambangkan kebesaran sejarah nusantara dan dasar persatuan bangsa.

Berikut adalah penjabaran makna dari keduanya:

1. Kitab Negarakertagama Ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M (abad ke-14), kitab ini adalah karya sastra Jawa Kuna (kakawin) yang berisi catatan sejarah, silsilah raja-raja Majapahit, keadaan sosial, dan wilayah kekuasaan kerajaan.

2. Makna & Fungsi Utama: Bukti Kejayaan Nusantara: Menjadi sumber sejarah utama yang menggambarkan kemakmuran, tata pemerintahan, dan luasnya wilayah kekuasaan Majapahit yang hampir mencakup seluruh wilayah Indonesia saat ini.

3. Simbol Keteladanan: Menggambarkan raja sebagai sosok pelindung rakyat dan penegak moral (termasuk menjalankan Pancasila Krama atau lima aturan tingkah laku).

Pusaka Budaya: Naskah aslinya kini disimpan di Perpustakaan Nasional RI dan telah diakui sebagai Memory of the World oleh UNESCO.2.


Bhinneka Tunggal Ika.

Semboyan resmi negara Indonesia yang tertulis pada lambang Garuda Pancasila. Kalimat ini berasal dari kitab Sutasoma, karya sastra lain dari zaman Majapahit yang juga ditulis oleh Mpu Tantular.

Makna Harfiah: Secara kata per kata: Bhinneka (beraneka ragam), Tunggal (satu), Ika (itu).Diartikan secara utuh sebagai: "Berbeda-beda tetapi tetap satu jua".

Makna Kontekstual:
Di masa Majapahit, kalimat ini menjadi lambang toleransi beragama, khususnya untuk menyatukan keyakinan umat Hindu dan Buddha.

Dalam konteks Indonesia modern, semboyan ini adalah fondasi toleransi untuk merangkul keberagaman suku, agama, ras, bahasa, dan budaya agar tetap utuh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dari narasi ini kita bisa ambil makna bahwa
Raga manusia memang terbatas oleh waktu, tetapi pemikiran, karya, dan gagasan yang luar biasa memiliki kekuatan untuk menembus batas ruang dan waktu.

Itulah mengapa para ilmuwan, filsuf, dan tokoh besar sejarah tetap relevan hingga saat ini. Ide-ide yang dituangkan dalam tulisan atau inovasi nyata tidak akan pernah pudar, melainkan terus menjadi inspirasi dan fondasi bagi peradaban generasi-generasi berikutnya.

Sejalan dengan ini, maka saatnya kita memulai fokus pada diri masing-masing untuk menjadi diri sendiri menggali potensi diri agar kita bisa bermanfaat untuk banyak orang.



#HariLahirPancasila #BhinekaTunggalIka #NegaraKertagama #GerbangRevMen #RevMenAkademi #JalanKesadaran5D #SpiritualReligius #RevolusiMental.

Dibaca : 15 kali


Kembali ke Artikel