Notice: Undefined index: w_layar in /home/revmenus/domains/revmen4us.com/public_html/m_layar.php on line 33
Artikel RevMen


ARTIKEL




Makna Demi Waktu Surah Al-`Ashr

Tanggal : 25-05-2026

HATI2 KITA HARUS JELI DALAM JALANKAN PERINTAH IBADAH

-

Puasa Ayyamul Bidh adalah ibadah puasa sunah yang dikerjakan selama tiga hari setiap pertengahan bulan Hijriah, yakni pada tanggal 13, 14, dan 15. Praktik ibadah ini dikenal juga sebagai "hari-hari putih" karena pada tanggal tersebut bulan bersinar penuh dan paling terang.

Keutamaan
Melaksanakan puasa ini secara rutin memiliki ganjaran yang sangat besar. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, puasa tiga hari setiap bulan nilainya setara dengan puasa sepanjang tahun. Hal ini karena setiap amal kebaikan dilipatkan ganjarannya sepuluh kali lipat.

Bagi kaum muslimin yang rajin menjalankan puasa sunah ini agar jangan sampai salah salah langkah. Ketika bertepatan dengan bulan Dzulhijah.

Karena ada Hari Tasyrik yang tanggalnya bersinggungan dengan jadwal puasa Ayyamul Bidh yaitu tgl 13.

Di satu sisi ada perintah berpuasa di setiap tanggal 13, 14 & 15 hijriah, dan disisi lain ada larangan berpuasa di hari Tasyrik yaitu tgl 10-13 Dzulhijah.




Makna Bahasa dan Sejarah
Secara bahasa, kata "Tasyrik" berasal dari bahasa Arab syarraqa, yang berarti menjemur atau mengeringkan sesuatu di bawah sinar matahari. Istilah ini digunakan karena pada zaman dahulu, umat Islam menjemur dan mendendeng daging hewan kurban di bawah terik matahari agar lebih awet dan bisa disimpan lebih lama.

Keutamaan dan Amalan Utama
Hari Tasyrik dikenal sebagai hari untuk bersenang-senang menikmati hidangan dan mengingat Allah SWT. Berikut adalah beberapa amalan yang dianjurkan:

Larangan Berpuasa: Umat Islam diharamkan berpuasa pada hari-hari ini karena hari tersebut merupakan waktu untuk makan, minum, dan merayakan kebahagiaan.

Ibadah Kurban: Penyembelihan hewan kurban masih diperbolehkan hingga waktu Ashar pada hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah).
Memperbanyak Dzikir dan Takbir: Dianjurkan untuk memperbanyak bacaan dzikir, termasuk melafalkan takbir Muqayyad (takbir yang dibaca setelah selesai menunaikan shalat fardhu).

Membaca Doa Sapu Jagat: Umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa memohon kebaikan di dunia dan akhirat


PENJELASAN SELENGKAPNYA

Apa yang Dimaksud dengan Hari Tasyrik?

Setelah Idul Adha, maka terdapat hari tasyrik atau lebih dikenal sebagai hari dilarang untuk berpuasa. Hari tasyrik adalah hari dimana umat Islam dianjurkan untuk menikmati santapan makanan juga minuman. Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah atau 3 hari setelah Idul Adha. Dimana di hari tersebut, terdapat larangan untuk tidak berpuasa dan hanya diisi makan minum saja.

Umat Muslim pada hari tasyrik diperbolehkan melakukan ibadah apapun, seperti menyembelih hewan qurban, berzikir, bersedekah, makan dan minum. Akan tetapi, dilarang melakukan ibadah puasa.

Pengertian Hari Tasyrik
Sebenarnya hari tasyrik itu adalah 3 hari setelah Idul Adha, dimana umat islam dimuliakan untuk makan dan minum. Sesuai dengan riwayat HR. Muslim , Rasulullah SAW bersabda hari tasyrik hendaklah makan dan minum.

Tasyrik sendiri merupakan bahasa arab yang berarti matahari terbit, namun ada juga yang mengartikan sebagai menjemur sesuatu. Zaman dahulu belum ada penyimpanan daging agar bisa awet jangka panjang, maka umat muslim menjemur daging qurban.

Abu Ubaid sendiri meriwayatkan, jika saat itu ada dua pendapat ulama tentang hari tasyrik. Kelompok pertama mengatakan hari tasyrik digunakan kaum Muslimin untuk menjemur daging yang nantinya diawetkan menjadi dendeng sehingga bisa jadi persediaan makanan jangka panjang.

Kelompok ulama kedua mengeluarkan pendapat, jika hari tasyik adalah menghentikan kegiatan berkurban sementara, kecuali setelah terbitnya matahari. Maka hendaknya berqurban di pagi hingga sore hari.


Keutamaan Hari Tasyrik
Ternyata bukan sekadar hari makan dan minum saja, ada banyak keutamaan hari tasyrik yang memberikan banyak manfaat untuk kaum muslim. Bahkan 3 hari setelah Idul Adha ini sangat mulia dan sangat tepat untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.

Hari – Hari yang Terbilang
Sesuai dengan firman Allah pada surah Al – Baqarah ayat 203 yang artinya Ingat lah Allah di hari-hari yang terbilang. Ternyata ini mengerucut pada Hari tasyrik, hal tersebut sesuai dengan pendapatan dari Ibnu Umar dan mayoritas ulama terkemuka.
Hal serupa juga dikemukakan Ibu Abbas dan Atha dalam kitab Lathaiful Ma’arif Halaman 314, dimana disebutkan bahkan hari-hari terbilang jumlahnya ada empat hari, yaitu Idul Adha dan 3 hari sesudahnya atau 10 Dzulhijjah – 13 Dzulhijjah. Dimana keistimewaan hari tasyrik yang sudah dijanjikan oleh Allah SWT, ini waktu paling istimewa untuk berzikir.

Hari al-qarr
Kapan waktu paling mustajab untuk berzikir di hari tasyrik? Ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Qurth ra, Rasulullah SAW bersabda hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban, kemudian hari al-qarr. Hadis Shahih yang diriwayatkan oleh Abu Daud No. 1765 dan Ibnu Khuzaimah No. 2866 yang kemudian dishahihkan oleh al-Albani.

Apa yang dimaksud dengan hari al-qarr di hari tasyrik? Hari al-qarr yang dimaksudnya sehari setelah Idul Adha atau pada tanggal 11 Dzulhijjah. Hal ini sesuai dengan keterangan dari Ibu Khuzaimah yang meriwayatkan Abu Bakar dimana pernah menyerukan hari al-qarr adalah hari setelah hari qurban.

Amalan di Hari Tasyrik
Mengingat ada banyak sekali kemuliaan di hari tasyrik, maka diharapkan bukan hanya sekadar makan dan minum saja. Ini waktunya yang tepat untuk meminta dan memohon apa yang diinginkan, karena Allah SWT sangat mengistimewakan hari tersebut.

Berikut ini beberapa amalan yang disukai Allah SWT pada hari tasyrik.

Perbanyak Dzikir
Sesuai dengan firman Allah di Surah Al-Baqarah ayat 203, maka hendak lah mengingat hari terbilang yang artinya hari tasyrik. Maka cara mengingat Allah saat hari tasyrik memperbanyak dzikir, lakukan dengan syiar takbiran.
Saat Idul Adha diperbolehkan untuk mengumandangkan takbir mulai malam 9 Dzulhijjah hingga dzuhur 13 Dzulhijjah. Hal ini dilakukan oleh sahabat Rasulullah SAW yaitu Umar bin Khattab ra, dimana beliau akan mengumandangkan takbir mulai subuh 9 Dzulhijjah hingga dzuhur 13 dzulhijjah. Hal serupa juga dilakukan sahabat rasul Ali bin Abi Thalib ra, dimana akan mengumandangkan takbir mulai subuh 9 Dzulhijjah hingga dzuhur 13 dzulhijjah. Ini merupakan riwayat shahih dari al-Albani.

Perbanyak Doa
Selain berzikir, sebagian ulama menganjurkan memperbanyak doa di hari tasyrik. Bahkan diberikan doa sapu jagad yang dikenal dapat memberikan banyak kebaikan dan menolak semua keburukan. Minta lah semua yang di inginkan, karena Allah SWT yang maha pemurah lagi maha pengampun sedang memberikan banyak kemurahan hari dan pengampunan pada setiap makhlukNya.

Perbanyak Sedekah
Bukan hanya doa dan dzikir namun di hari tasyrik dianjurkan untuk banyak berbagi. Itulah kenapa di hari tasyrik diperbolehkan memotong hewan qurban saat Idul Adha. Cara ini diharapkan agar umat muslim tergugah hatinya untuk berbagi terhadap sesama.

Kini memaknai hari tasyrik adalah saatnya berbagi dan memupuk kepedulian pada
sesama, bukan sekadar untuk makan dan minum semata.


AMALAN PUASA DI BULAN DZULHIJAH

Puasa sunah di bulan Dzulhijjah adalah amalan utama pada sepuluh hari pertama bulan tersebut, yang terdiri dari puasa 1–7 Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah), dan Puasa Arafah (9 Dzulhijjah). Ibadah ini sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan pahala yang besar dan menghapus dosa.

Berikut adalah panduan lengkap pelaksanaannya:
1. Rincian Puasa Sunah Dzulhijjah
Tanggal 1–7 Dzulhijjah: Dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunah sebagai amalan saleh harian.

2.Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): Dilakukan pada hari Tarwiyah, di mana jemaah haji mulai bersiap menuju Arafah.

3.Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): Puasa yang sangat diutamakan bagi yang tidak berhaji. Keutamaannya dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.


AGAR TDK MERUGI & MENGHARGAI WAKTU

Di dalam Al-Qur`an, sumpah "demi waktu" (atau masa) secara spesifik merujuk pada Surah Al-`Ashr (surah ke-103) yang dimulai dengan ayat wal-`ashr, yang artinya "Demi masa".

Makna dan Kandungan Surah Al-`Ashr
Surah ini menegaskan bahwa waktu adalah anugerah yang sangat berharga dan tidak bisa diulang. Berikut adalah inti sari dari surah yang terdiri dari 3 ayat ini:

Semua Manusia Merugi: Allah SWT bersumpah bahwa semua manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali mereka yang mengisi waktunya dengan empat hal:
1 Beriman: Memiliki keyakinan dan keimanan yang kuat kepada Allah SWT.

2. Beramal Saleh: Melakukan berbagai kebaikan dan ketaatan.

3. Saling Menasihati dalam Kebenaran: Saling mengingatkan untuk selalu berada di jalan Allah SWT.

4. Saling Menasihati dalam Kesabaran: Saling menguatkan dalam menghadapi ujian, cobaan, dan dalam menjalankan ketaatan.


Sumpah Waktu Lainnya
Selain Surah Al-`Ashr, Allah SWT juga bersumpah demi waktu-waktu spesifik lainnya untuk mengingatkan manusia akan pentingnya mengelola waktu, seperti:

QS. Al-Fajr [89:1]: Bersumpah demi waktu fajar.
QS. Ad-Dhuha [93:1]: Bersumpah demi waktu dhuha.

Dengan penjelasan di atas ada beberapa poin yang penting kita garis bawahi yaitu:

1. Khusus tgl 13 Dzulhijah sebaiknya JANGAN BERPUASA Ayyamul bidh. Karena bertepatan dengan Hari Tasyrik (Dilarang Berpuasa)

2. Waktu yang paling tepat untuk berdoa hari al-qarr di hari tasyrik? yaitu tgl 11 Dzulhijah. hari al-qarr di hari tasyrik? (Hari al-qarr yang dimaksudnya sehari setelah Idul Adha atau pada tanggal 11 Dzulhijjah).

3. Sesuai dengan firman Allah di Surah Al-Baqarah ayat 203, maka hendak lah mengingat hari terbilang yang artinya hari tasyrik. Maka cara mengingat Allah saat hari tasyrik memperbanyak dzikir, lakukan dengan syiar takbiran.

4. Jika kita berpikir logis bulan Dzulhijah ada puasa sunah yaitu Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): Puasa yang sangat diutamakan bagi yang tidak berhaji. Keutamaannya dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

5. Manfaarkan waktu yang miliki agar kita tidak masuk golongan merugi, yaitu mengikuti petunjuk Al Quran dan Hadis Nabi, dengan menjakankan berbagai kewajiban dan amalan2 sunah lainya. Sebagaimana yang sudah ditetapkan bahkan dijelaskan fadilah dari amalan ibadahnya.

Sebagai contoh kita bisa bayangkan Allah telah memberikan waktu khusus 2 hari untuk berpuasa di bulan Dzulhijah ini yang pahalanya dapat menghapuskan dosa selama 2 tahun. Dan juga dianjurkan untuk berpuasa di tiga hari setiap bulan yaitu puasa ayyamul bidh yang pahalanya setara kita berpuasa sepanjang tahun. Selaras dengan dengan janji Allah bahwa khusus amalan puasa pahalanya diberikan langsung Dari Allah. Mungkin ini dimaksudkan "Demi Waktu" kita harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, terutama di waktu-waktu khusus.

Semoga kita semua diberikan hidayah dan selalau diberikan petunjuk dan pemahaman atas semua ilmu dari karunia Nya. Dan direrima semua amalan ibadah kita yang kita kerjakan semata-mata hanya karena Perintah Nya.
Aamiin.



#GerbangRevMen #RevMenAkademi #revmen4us #Transformasi #JalanKesadaran5D #SpiritualReligius #revmen

Dibaca : 12 kali


Kembali ke Artikel